cuti bersamaCuti Bersama Dibatalkan

JAKARTA, (PR).-
Pemerintah secara resmi membatalkan tiga hari cuti bersama, sebagai tanggapan atas masukan dari berbagai kalangan yang menyatakan cuti bersama dinilai tak efisien. Demikian dikemukakan Meneg Pendayagunaan Aparatur Negara (Meneg PAN) Taufiq Effendi di kantor Meneg PAN, Jakarta, Selasa (5/2).

Cuti bersama yang dibatalkan adalah tanggal 8 Februari menyambung hari libur Tahun Baru Imlek 2559, 2 Mei menyambung hari libur Kenaikan Yesus Kristus, dan 19 Mei menyambung hari libur Hari Raya Waisak. Dengan demikian, masa cuti bersama untuk tahun 2008 hanya 5 hari yaitu 11 Januari menyambung libur Tahun Baru 1429 Hijriah, tanggal 29, 30 September, dan 3 Oktober cuti bersama Idulfitri, serta 26 Desember cuti bersama menyambung hari libur Natal.

“Pembatalan tiga hari masa cuti itu sebagai langkah akomodatif dari masukan positif berbagai pihak. Pertimbangan lainnya adalah memerhatikan situasi nasional dan daerah, sebagai dampak perkembangan ekonomi global serta kondisi alam yang memerlukan kesiapan dan perhatian semua pihak,” kata Taufiq.

Dia mengatakan, keputusan ini mulai berlaku 5 Februari 2008. Setelah dipotong tiga hari, jumlah cuti bersama 2008 menjadi hanya lima hari. “Cuti bersama tanggal 8 Februari, 2 Mei, dan 19 Mei dinyatakan tidak berlaku,” kata Taufiq.

Taufiq menegaskan, pihaknya akan memberikan sanksi kepada pegawai negeri sipil yang lalai dalam tugasnya. Ia pun mengatakan, pelayanan publik tidak boleh terganggu, sehingga setiap instansi harus tetap melayani publik.

Seperti diberitakan “PR” sehari sebelumnya, pemerintah memerhatikan aspirasi kalangan dunia usaha terkait dengan kebijakan cuti bersama yang dinilai menyebabkan turunnya produktivitas nasional.

Mendag Mari E. Pangestu mengatakan, selama ini jika ada cuti bersama, pihaknya minta agar yang berkaitan dengan perdagangan tetap buka. “Berbagai instansi yang berkaitan dengan perdagangan seperti Bea Cukai, kantor perdagangan, pelabuhan, dan perbankan tetap buka pada saat cuti bersama,” katanya.

Tak berpengaruh

Pembatalan cuti bersama tidak berdampak pada omzet penjualan di factory outlet (FO). Penurunan lebih merupakan imbas dari banjir di Jakarta, pekan lalu. Demikian diungkapkan Perry Tristianto, pemilik The Big Price Cut, Selasa (5/2) malam.

Menurut Perry, penurunan omzet pada pekan lalu mencapai 10 persen hingga 20 persen. “Mereka pastinya sudah menghabiskan banyak dana untuk beres-beres karena banjir,” ungkapnya.

Selain itu, ada kecenderungan para pengunjung asal Jakarta yang kini menjadikan FO bukan tujuan utama wisata.

Okupansi hotel

Tingkat okupansi hotel di Bandung belum terpengaruh dengan dibatalkannya jadwal cuti bersama Jumat (8/2). Di Hotel Horison misalnya, tingkat okupansi untuk Jumat (8/2) dan Sabtu (9/2) adalah 70 persen. Menurut Manajer Operasional Hotel Horison, Helen Mahulette, pemesanan kecil kemungkinannya dibatalkan, karena sudah dibayar oleh pemesan.

Sementara itu, di Hotel Panghegar, tingkat okupansi rata-rata saat akhir pekan sekitar 80 persen. Menurut General Manager Hotel Panghegar, Hilwan Saleh, jumlah pemesan untuk Kamis (7/2) adalah 80 persen, dan Jumat-Sabtu adalah 90 persen. “Saat ini belum ada pembatalan pesanan, tetapi sepertinya tidak akan ada pembatalan, karena yang swasta kan banyak juga yang meliburkan diri,” ucap Hilwan.

Demikian juga dengan jasa peminjaman mobil mencapai 50 persen. Menurut Zaenudin, Manager Area Rental Cipaganti Gatot Soebroto, pembatalan cuti bersama tidak memengaruhi tingkat pembatalan pemesanan. Bahkan, 30 unit mobil telah habis dipesan untuk pemakaian tanggal 6 dan 7 Februari. “Sebagian besar konsumen menyewa mobil hingga akhir minggu. Kemungkinan banyak yang ngambil cuti sendiri, karena memang long weekend,” ucapnya.

Bobby, Supervisor Door To Door Cipaganti Travel Gatot Soebroto mengatakan, lonjakan pemesanan mencapai 30 persen. Arah keberangkatannya menuju Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bogor, Tasikmalaya, dan Cirebon. Armada mobil yang dipersiapkan mencapai 45 unit.

Hal yang sama diungkapkan Mahda, karyawan bagian operasional Baraya Travel Soekarno-Hatta. Menjelang Imlek, keberangkatan jalur Jakarta ke Bandung meningkat hingga 30 persen.

Armand Effendi, bagian reservasi Xtrans Blora Jakarta mengatakan, jalur keberangkatan travel arah Jakarta ke Bandung meningkat hingga 100 persen. Rata-rata setiap harinya, semua tiket habis terpesan. “Tiket tanggal 6 hingga 8 Februari untuk keberangkatan pukul 14.00 hingga pukul 22.00 fully- booked. Tidak seperti biasanya yang berangkat per 30 menit, kali ini keberangkatan dilakukan setiap 15 menit,” ucap Armand. (A-130/CA-172/CA-169/CA-175)***