Pengusaha Warnet Tetap Buka 24 Jam

TINGGINYA aksi perampokan terhadap warung internet (warnet), ternyata tidak membuat pengusaha warnet menutup usahanya. Meski ada perasaan khawatir, namun pemilik warnet tetap buka seperti biasa, tidak tutup lebih awal.

Warnet-warnet yang banyak tersebar di Kota Bandung, terlihat tetap buka 24 jam. Namun ada yang terlihat berbeda, para pemilik lebih waspada dengan menggunakan kamera CCTV di warnetnya. “Memang banyaknya perampokan terhadap warnet, tidak membuat kami tutup lebih awal. Sebaliknya kita tetap buka seperti biasa. Hanya saja untuk yang tugas malam diperbanyak lagi,” ungkap Dian, pemilik warnet di Jln. Pasirkaliki Bandung.

Dian berharap keberadaan CCTV dapat menjamin usahanya aman. Namun kalau ternyata masih juga dirampok, Dian hanya bisa pasrah. “Sekarang dengan memakai CCTV hanya untuk melihat wajahnya saja, mendingan kita mewaspadainya dengan melihat siapa yang datang, bila mencurigakan baru kita hubungi polisi,” kata Dian.

Menurutnya, tempat usahanya ini kalau sudah malam hanya mempergunakan satu pintu. Karenanya dari luar terlihat seperti sudah tutup. “Sekiranya terlihat sepi dan kalau sudah di atas pukul 22.00 WIB, kita sudah tutup-tutup pintu, hanya satu pintu yang dibuka. Soalnya kita sudah tau siapa saja yang biasa mempergunakan warnet sampai pagi,” ujarnya.

Dian mengakui, banyaknya kejadian perampokan, membuat pengunjung ke warnetnya mulai sepi dibandingkan hari-hari sebelumnya. “Memang sih agak berkurang sekarang dan ini bukan dialami tempat saya saja, rekan-rekan saya yang memiliki warnet juga sama agak sepi,” tuturnya.

Untuk menanggulangi perampokan, Dian berharap ada alat yang bisa berhubungan langsung dengan polisi. Alat ini bukan hanya untuk warnet, tetapi juga untuk usaha lain yang beroperasi sampai 24 jam. “Saya enggak tahu apakah di Indonesia sudah seperti di luar negeri. Di sana, setiap tempat usaha yang beroperasi 24 jam memiliki alat yang kalau tombolnya dipencet langsung bisa akses ke polisi, jadi perampokan bisa cepat-cepat diketahui polisi,” tuturnya.(imantoro/”GM”)**