Menyusul Tewasnya Suporter Jakmania
Sriwijaya FC vs PSMS Terancam Batal

JAKARTA, (GM).-
Menyusul tewasnya salah seorang suporter Jakmania, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault akan membatalkan partai final antara PSMS Medan melawan Sriwijaya FC pada Kompetisi Liga Indonesia XIII/2007-2008 di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Sabtu (9/2).

“Saya sudah memerintahkan kapolda untuk memanggil panitia besok (hari ini). Kalau hasil evaluasinya jelek, pertandingan final bisa saja kita hentikan,” ujar Adhyaksa di salah satu restoran di Jakarta, Kamis (7/2).

Seperti diketahui, seorang pendukung Persija Jakarta meninggal dunia karena dianiaya sekelompok orang beratribut Persipura Jayapura di Kompleks Stadion Gelora Bung Karno, Rabu (6/2).

Adhyaksa mengekspresikan kegusarannya pada anarkisme yang sepertinya tidak pernah berhenti di dunia sepak bola nasional.

Untuk insiden di Jakarta, Adhyaksa menyebut kesalahan ada pada faktor manajemen suporter. Panitia pelaksana (panpel) tidak bisa semata-mata disalahkan karena kerusuhan terjadi di jalan-jalan sekitar Senayan, bukan di dalam atau ring 1 dan 2 areal stadion.

“Yang salah adalah manajemen suporter. Dari informasi yang saya dapat, aparat keamanan yang diturunkan hanya 3.000 personel, padahal suporter bisa mencapai 80.000,” ujarnya.

Bahkan Adhyaksa sudah mengambil langkah, kalau Stadion Gelora Bung Karno tahun ini ditutup untuk pertandingan klub sepak bola lokal. Kebijakan itu diambil menyusul potensi kerusuhan yang besar dalam setiap pertandingan sepakbola di negeri ini, termasuk di ibu kota.

Ditegaskan Menegpora, penutupan Stadion Gelora Bung Karno hanya untuk even lokal, tapi tetap dibuka untuk level internasional. Saat ditanya sampai kapan klub-klub lokal tidak boleh bertanding di GBK, Adhyaksa menjawab, “Tergantung keseriusan klub-klub daerah (nasional) dalam menangani suporternya. Jangan dibiarkan membabi buta gitu dong,” katanya.

Belum teridentifikasi

Saat ini korban yang ditemukan tewas di depan pintu 11 Kompleks Stadion Gelora Bung Karno tersebut identitasnya belum diketahui. Korban diperkirakan berusia 21 tahun dengan tinggi 169 cm. Pria malang ini mengenakan kaus hitam bertuliskan “Persija Pahlawanku” berwarna oranye, celana kargo warna krem, dan sepatu kets putih berkaus kaki hitam.

Setelah ditemukan, korban langsung dilarikan ke UGD RS TNI AL Mintoharjo untuk proses identifikasi awal. Sekira pukul 20.45 WIB, dibawa menuju RSCM untuk proses autopsi. Menurut sejumlah saksi, kondisi korban sangat mengenaskan dengan luka pukul di bagian tengkuk.

Luka itu mengeluarkan darah cukup banyak hingga membasahi rambut hitam pendeknya. Posisi tangan kanan korban terlihat memegangi kepala, sementara tangan kirinya patah. Selain mengalami aksi kekerasan, kalung korban pun hilang. Hal itu terbukti dengan adanya tanda bekas kalung di leher.

Pada pertandingan semifinal Rabu (6/2), Sriwijaya FC melenggang ke partai final usai menyingkrikan Persija Jakarta 1-0 lewat gol Kayamba Gumbs menit ke-12. Sementara satu tiket final lainnya menjadi milik PSMS Medan, usai menang 5-4 dari Persipura Jayapura lewat drama adu penalti. (B.94/net)**