Italia vs Portugal
Zurich (6/2)

——————————
Memperjelas BayanganItalia sudah memiliki tim bayangan yang akan berangkat ke Euro 2008. Uji coba melawan Portugal, Rabu (6/2), akan dipakai untuk memperjelas bayangan itu.Media-media Italia mengklaim 17 dari 23 tempat di tim resmi sudah ada pemiliknya. Pelatih Roberto Donadoni ditengarai akan menggunakan rangkaian uji coba timnya untuk mencari enam pemain yang mengisi tempat tersisa.Tidak mengherankan ia memanggil mayoritas wajah familiar untuk uji coba melawan Portugal. Para anak emas, seperti Antonio Di Natale, Luca Toni, Andrea Pirlo, dan Massimo Ambrosini, ada di dalam skuad Gli Azzurri.

Donadoni hanya memanggil satu orang debutan: Marco Borriello. Masuknya striker Genoa pencetak 12 gol di Serie A ini terbilang kejutan karena yang lebih dijagokan adalah Antonio Cassano serta Alessandro Del Piero.

Sisa pemain yang dipanggil adalah mereka yang memang sudah diperkirakan akan bertarung mengejar enam posisi tersisa (BOLA 1.796). Di antaranya adalah Franco Semioli, Alberto Aquilani, serta Fabio Quagliarella.

Kiper Debutan

Dari kubu Portugal, situasinya hampir sama. Pelatih Luiz Felipe Scolari tampak sudah mempunyai tim yang hampir jadi. Terbukti ia hanya memanggil satu debutan, yaitu kiper Rui Patricio, yang akan menjadi kiper nomor tiga.

Rui Patricio dipromosikan Scolari dari Portugal U-21 setelah ia tampil secara reguler memperkuat Sporting Club de Portugal di Superliga Portugal maupun Liga Champion.

“Penting sekali memberikan kesempatan kepada pemain muda. Di Piala Dunia 2006, kami mempunyai masalah dengan salah satu kiper. Jadi, kami perlu mencoba pemain seperti Rui Patricio,” kata Scolari pada situs resmi UEFA.

Pada uji coba ini, Portugal akan kembali diperkuat oleh Deco de Souza dan Armando Petit. Mereka absen di putaran terakhir kualifikasi Euro 2008 karena masih cedera. Jika fit, keduanya hampir pasti akan berangkat ke Austria-Swiss.

Yang unik dari uji coba ini, tidak ada satu pun yang menjadi tuan rumah. Pertandingan ini akan digelar di Zurich, tepatnya di Stadion Letzigrund. Di sini, Italia akan bertemu Rumania dan Prancis pada putaran final Euro 2008. (Dwi Widijatmiko)

SKUAD
———————
ITALIA
Kiper: Marco Amelia (Livorno), Morgan De Sanctis (Sevilla)
Bek: Andrea Barzagli (Palermo), Fabio Cannavaro (Real Madrid), Marco Cassetti (Roma), Fabio Grosso (Lyon), Marco Materazzi (Internazionale), Massimo Oddo (Milan), Gianluca Zambrotta (Barcelona)
Gelandang: Massimo Ambrosini, Andrea Pirlo (Milan), Alberto Aquilani, Daniele De Rossi, Simone Perrotta (Roma), Franco Semioli (Fiorentina)
Penyerang: Marco Borriello (Genoa), Antonio Di Natale, Fabio Quagliarella (Udinese), Raffaele Palladino (Juventus), Luca Toni (Bayern Muenchen)

PORTUGAL
Kiper: Quim (Benfica), Ricardo (Real Betis), Rui Patricio (Sporting)
Bek: Bruno Alves, Bosingwa (Porto), Fernando Meira (Stuttgart), Jorge Ribeiro (Boavista), Marco Caneira (Valencia), Paulo Ferreira, Ricardo Carvalho (Chelsea)
Gelandang: Deco (Barcelona), Petit (Benfica), Maniche (Internazionale), Raul Meireles (Porto), Nani (Man. United)
Penyerang: Ariza Makukula (Maritimo), Cristiano Ronaldo (Man. United), Nuno Gomes (Benfica), Ricardo Quaresma (Porto)

Scolari Penasaran Buat Luiz Felipe Scolari, Italia adalah lawan yang membuat dirinya sangat penasaran. Pria asal Brasil ini belum pernah membawa Portugal menang atas Gli Azzurri.“Portugal belum pernah menang melawan Italia dalam 30 tahun terakhir. Saya sendiri sudah dua kali bertemu Italia sejak memegang Portugal. Kami kalah di dua partai tersebut,” kata Scolari seperti dilansir situs resmi UEFA.Dua pertandingan yang dimaksud Scolari adalah dua uji coba menjelang Euro 2004. Pertemuan pertama terjadi 12 Februari 2003 di Genova. Italia berhasil menang tipis dengan skor 1-0 lewat gol Bernardo Corradi pada menit ke-62.

Duel kedua berlangsung 31 Maret 2004. Kali ini Portugal yang menjadi tuan rumah. Mereka menjamu Italia di Braga. Sempat unggul 1-0 berkat gol Nuno Valente di menit ke-5, Selecao akhirnya kalah lagi 1-2 setelah Christian Vieri membuat gol di menit ke-40 disusul oleh Fabrizio Miccoli (75’).

Sekarang Scolari tentu menginginkan hasil yang lebih baik. Si bos merasa sudah tahu rahasia Italia. “Mereka biasanya merelakan penguasaan bola diambil lawan, tapi kemudian menentukan pertandingan secara tiba-tiba. Penting sekali belajar menghadapi tim seperti ini,” katanya. (wid)