Peluncuran Album Grup Metal “Beside”
10 Penonton Konser Tewas

Korban tewas (kanan) diidentifikasi petugas di kamar jenazah Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Petugas (kiri) memeriksa tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya 10 penonton konser peluncuran album band metal “Beside” di Gedung Asia Africa Cultural Centre (AACC) Jln. Braga Kota Bandung, Sabtu (9/2) malam.* ADE BAYU INDRABANDUNG, (PR).-
Sedikitnya 10 remaja tewas dan empat lainnya luka-luka dalam konser dan peluncuran album kelompok beraliran metal-core Beside band di Gedung Asia Africa Cultural Centre (AACC), Jln. Braga Kota Bandung, Sabtu (9/2) malam. Korban luka berat dilarikan ke IGD Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) dan RS Immanuel Bandung. Sementara itu, korban tewas dilarikan ke RSHS untuk diautopsi.

Insiden dalam konser tersebut terjadi pukul 20.00 WIB. Diduga, kejadian tersebut berawal dari jebolnya pagar besi yang menyangga pintu masuk dikarenakan penonton yang berdesak-desakkan. Kapasitas gedung tersebut 1000 orang namun pada saat itu jumlah penonton sekitar 1.500 orang. Banyak penonton yang menerobos masuk setelah tiket masuk gedung digratiskan.

Dari 10 korban yang tewas, tujuh orang telah diketahui identitasnya. Sementara itu, dua korban lainnya tidak dikenali karena tidak ditemukan identitas. Korban tersebut, keduanya laki-laki.

Korban tewas yang telah teridentifikasi adalah Agung Fauzi (17), M. Yusuf Ferdian (18), Ahmad Wahyu, Dicky Zaelani Sidik (20), Yadi Kurniadi (16), Kristianto, dan Dodi. Agung merupakan warga Cibaduyut, Bojongloa Kidul, M. Yusuf dari Kiaracondong, Ahmad Wahyu dari Astanaanyar, Dicky dari Pondok Kopi Cibeureum, Cimahi, Novi Febriana (15) warga Babakan Tarogong, siswa kelas IX SMPN 11 Bandung.

Korban luka-luka di antaranya Taufan Putra Pertama (14) warga Jln. Katapang Kulon RT 06/10 Kel. Cilampeni, mengalami patah kaki kanan dan Faisal (14), warga Jln. Maleber Barat 47 RT 05/03 Kel. Maleber Kec. Andir dan Adit (15), warga Kompleks Cibiru Hilir. Sebelumnya keduanya sempat pingsan.

Seorang saksi di tempat kejadian perkara (TKP), Agi Setian mengatakan, keadaan di dalam gedung tak kalah ramai dengan di luar, berdesak-desakkan disertai banyak orang yang sedang mabuk.

Saksi lainnya, Jelang (15), bahkan ikut terjebak. “Tadi itu penuh banget, sepatu saja sampai lepas, mau diambil tapi takut. Jadinya, memilih mundur saja,” kata Warga Kel. Cigugur Tengah Kec. Cimahi Tengah itu.

Jelang juga sempat melihat tiga orang yang tergeletak di lantai yang ia perkirakan akibat terinjak-injak.

Sekitar pukul 22.30 WIB, Kapolda Jabar Irjen Pol. Susno Duadji tiba di tempat kejadian perkara. Dalam keterangannya, Susno mengatakan, seluruh korban tewas diduga karena kekurangan oksigen atau pengaruh minuman beralkohol, dan bukan karena terinjak ataupun berkelahi.

“Penyebab kematian belum dapat dipastikan. Namun, keseluruhan korban mengalami lemas terlebih dahulu dan muka yang menghitam pada korban yang tewas. Oleh karena itu, kami akan meminta proses autopsi,” ujarnya.

Penyelenggaraan itu sendiri telah mendapata izin dari Polwiltabes Bandung. Salah satu persyaratan kegiatan tersebut adalah tidak menyediakan minuman beralkohol.

Hanya saja, menurut kesaksian dari anggota polisi dan masyarakat, beberapa menit saat acara akan selesai, panitia melakukan pembagian air mineral tetapi berbau alkohol.

Kini air yang disinyalir mengandung alkohol tersebut telah disita kepolisian. Sebanyak 30 panitia dan saksi telah dibawa ke Polwiltabes Bandung untuk dimintai keterangan. “Pasti akan ada yang salah dalam peristiwa ini. Untuk ke depannya, akan dievalusi mengenai acara tersebut. Akan tetapi, sebelumnya masih menunggu hasil penyelidikan,” kata Susno Duadji.

Menurut Susno, anggota kepolisian yang berjaga di tempat itu berinisiatif menghentikan acara ketika melihat banyak penonton yang pingsan. “Tapi setelah acara dihentikan, ternyata orang yang pingsan lebih banyak dari sebelum acara dihentikan” katanya. (A-72/A-158/A-125/CA-176/CA-191/CA-170/CA-166/CA-185)***